Kampanye dan Edukasi Lingkungan Hidup: SDIT Wahdah Islamiyah 01 Gelar Pelatihan Menulis “Literasi Hijau”
Makassar, BBI.CO.ID – Berangkat dari keprihatinan atas rentetan bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Ternate, Perpustakaan Zaid bin Tsabit SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar menggelar pelatihan menulis bertajuk “Literasi Hijau: Jaga Hutan, Jaga Kehidupan”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Multimedia sekolah ini, Jum'at, (23/1/2026). Kegiatan bertujuan guna menanamkan kepedulian ekologi kepada generasi muda melalui jalur literasi.
Kegiatan tahunan yang telah memasuki tahun keempat ini menghadirkan Faisal Mursila, seorang penulis buku sekaligus Redaktur Majalah Filantropi WIZMAGZ, sebagai narasumber utama. Sebanyak puluhan murid kelas 5 dan 6 antusias mengikuti pelatihan yang memadukan teknik menulis kreatif dengan pesan-pesan pelestarian lingkungan hidup.
Kepala Perpustakaan Zaid bin Tsabit, Andi Anhar, S.Pd.I, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan respons nyata institusi pendidikan terhadap krisis lingkungan yang terjadi belakangan ini.
“Kami ingin perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tapi juga pusat peradaban yang melahirkan kepedulian. Melalui tulisan, kami berharap anak-anak didik kami mampu menyuarakan pentingnya menjaga hutan demi keberlangsungan hidup di masa depan,” ujar Andi Anhar.
Senada dengan hal tersebut, Faisal Mursila menekankan bahwa edukasi lingkungan harus masuk ke semua jenjang pendidikan dengan cara yang menarik.
“Tema Literasi Hijau ini sangat tepat momentumnya sebagai bahan materi baca-tulis. Setiap orang memiliki kewajiban mengkampanyekan edukasi ekologi sesuai kapasitasnya, dan anak-anak ini adalah duta masa depan yang akan menjaga bumi kita melalui karya-karya mereka,” jelas Faisal.
Salah seorang peserta, Fadlan Fadli (murid kelas 5A2), mengaku termotivasi untuk menulis setelah melihat dampak kerusakan alam di berita. “Saya suka belajar menulis tentang pentingnya hutan agar orang-orang tidak lagi merusaknya. Di TV ramai diberitakan tentang banjir di Sumatera. Dengan belajar menulis, aku mau bantu ingatkan semua supaya jaga lingkungan,” tuturnya.
Kegiatan ini mengirimkan pesan kuat: bahwa untuk menjaga kehidupan, kita harus mulai dengan menjaga hutan. Dan untuk menjaga hutan, kita bisa memulainya dengan satu goresan pena dari tangan anak-anak bangsa.
Melalui pelatihan ini juga, SDIT Wahdah Islamiyah 01 berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara literasi, namun juga memiliki kepekaan tinggi terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan hidup.(bur)