Nusa Tenggara Barat (NTB) Kaya Potensi Mineral Kritis untuk Pengembangan Energi Terbarukan
Mataram- BBI. Kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Kanada ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi strategis daerah, khususnya di sektor energi terbarukan dan mineral kritis (critical minerals).
Sebagai bagian dari agenda kunjungan, Menteri Pembangunan Internasional Kanada dijadwalkan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid milik Vena Energy yang berlokasi di Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah. PLTS ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 7 MWp dan telah beroperasi sejak akhir tahun 2020, dengan menjual listrik hasil pembangkitannya ke PT PLN (Persero). Keberadaan PLTS Sengkol mencerminkan komitmen Provinsi NTB dalam mendukung transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon.
Selain energi terbarukan, NTB juga memiliki potensi mineral kritis yang bernilai strategis bagi pembangunan berkelanjutan dan rantai pasok global di masa depan. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 296.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Penetapan Jenis Mineral Kritis, terdapat 47 komoditas mineral kritis yang dinilai penting, antara lain aluminium, tembaga, nikel, dan litium, yang memiliki peran kunci dalam pengembangan teknologi energi bersih, kendaraan listrik, dan industri hijau.
Di Provinsi NTB, salah satu proyek pertambangan yang memiliki keterkaitan dengan Kanada adalah PT Sumbawa Timur Mining (STM), yang berafiliasi dengan Vale Canada Limited. Saat ini, kegiatan pertambangan STM masih berada pada tahap eksplorasi di wilayah Hu’u, Kabupaten Dompu, dengan komoditas utama tembaga dan emas.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun penguatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kanada, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan, pengelolaan mineral kritis yang berkelanjutan, serta peningkatan investasi yang berwawasan lingkungan dan berkeadilan.
#Rilis