Mogok Daging Batal, Ini Langkah Kementan Menjaga Pasokan Jelang Ramadan dan Lebaran

Mogok Daging Batal, Ini Langkah Kementan Menjaga Pasokan Jelang Ramadan dan Lebaran

Jakarta, BBI.CO.ID— Pedagang daging sapi di Jabodetabek kembali beraktivitas mulai Jumat, 2.3 Januari 2026, setelah sempat merencanakan mogok berjualan selama tiga hari. Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) menyatakan kesepakatan telah dicapai dengan pelaku usaha penggemukan sapi (feedloter) terkait harga dan pasokan sapi hidup hingga Idul Fitri 2026.

Sekretaris Jenderal APDI Yayan Suryana mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pertemuan daring pada Kamis, 22 Januari 2026, yang melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), serta seluruh perwakilan feedloter.

Dalam pertemuan itu disepakati harga sapi timbang hidup dari feedloter sebesar Rp55.000 per kilogram hingga Hari Raya Idul Fitri 2026 tanpa pembatasan pembelian atau kuota.

“Pada hari ini seluruh para pedagang daging di bawah naungan APDI saya nyatakan siap untuk beraktivitas berjualan kembali,” kata Yayan. Ia juga menyampaikan harapan agar pasokan daging sapi beku impor kembali dibuka untuk menjaga keseimbangan pasar.

Pemerintah menilai kesepakatan tersebut memperkuat jaminan ketersediaan daging sapi nasional. Kementerian Pertanian menyatakan stok sapi pedaging dan daging sapi, khususnya di wilayah Jabodetabek, berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Sehari sebelumnya, pada Selasa, 20 Januari 2026, Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional dan Polri melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Potong Hewan (RPH) DarmaJaya Cakung, Jakarta Timur.

Inspeksi dilakukan untuk memantau harga sapi hidup di tingkat feedlot, harga karkas di RPH, serta memastikan kelancaran distribusi. Pemerintah juga berdialog dengan pengelola RPH, pedagang sapi, dan petugas kesehatan hewan.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Hendra Wibawa mengatakan hasil pemantauan menunjukkan stok sapi hidup dan daging sapi masih mencukupi. Pasokan ditopang produksi dalam negeri serta pemasukan sapi bakalan dan daging beku sejak akhir 2025.

“Stok sapi dan daging dalam kondisi aman, tidak ada indikasi kelangkaan,” ujarnya.

Langkah stabilisasi tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan pemerintah dengan pelaku usaha daging sapi nasional yang digelar pada 5 Januari 2026

Dalam pertemuan yang melibatkan Gapuspindo, APDI, dan jaringan pemotong itu, pemerintah dan pelaku usaha sepakat menjaga pasokan serta harga daging sapi agar tetap terjangkau masyarakat.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Makmun mengatakan hasil rapat menunjukkan stok nasional masih berada pada posisi aman. “Kami sampaikan, stok daging sapi nasional saat ini dalam kondisi cukup,” katanya.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga mendorong pembenahan tata niaga sapi hidup agar lebih terbuka dan berkeadilan. Dalam kunjungan ke feedlot PT Baqara Muda Perkasa (BMP) di Subang, Jawa Barat, pada Kamis, 8 Januari 2026, pemerintah memfasilitasi pertemuan langsung antara pedagang daging dan pelaku penggemukan sapi pedaging serta menekankan pentingnya akses transaksi langsung sesuai ketentuan.

Direktur Eksekutif Gapuspindo Djoni Liano mengatakan keterbukaan tersebut diharapkan memberi manfaat bagi seluruh mata rantai usaha.

“Kami mencoba memfasilitasi antara pemilik sapi dengan yang akan membeli sapi supaya harga di konsumen bisa terjangkau sehingga ada mutual benefit,” ujarnya.

Upaya stabilisasi harga dan pasokan daging sapi tersebut merupakan kelanjutan kebijakan pengendalian yang telah dilakukan pemerintah sejak akhir 2025. Kementerian Pertanian melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah feedlot.

Hasil pemantauan menunjukkan harga sapi hidup di tingkat peternak berada di kisaran Rp52.000–Rp53.000 per kilogram bobot hidup atau di bawah harga acuan pembelian, serta stok sapi di tingkat produsen dalam kondisi aman untuk menjaga stabilitas harga.(bur)