Musker IX Wahdah Islamiyah Mamasa Sukses, Bukti Toleransi dan Eksistensi Dakwah di Daerah Minoritas Muslim

Musker IX Wahdah Islamiyah Mamasa Sukses, Bukti Toleransi dan Eksistensi Dakwah di Daerah Minoritas Muslim

Mamasa, BBI.CO.ID – Meski berada di wilayah dengan penduduk Muslim minoritas, keberadaan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Wahdah Islamiyah terus menunjukkan eksistensinya dalam menebar manfaat dan menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Hal ini tercermin dalam suksesnya pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) IX Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Mamasa yang digelar pada Ahad, 11 Januari 2026.

Mukerda IX tahun ini mengusung tema “Bersatu Berjuang, Menjaga dan Memajukan Mamasa Mamase”. Tema tersebut menjadi spirit bersama dalam memperkuat peran dakwah yang inklusif, santun, dan berakar pada kearifan lokal.

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Mamasa, Muhammad Faisal, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Mukerda ini. Ia berharap tema yang diusung mampu meningkatkan semangat juang dalam menjaga dan memajukan program amal jama’i Wahdah Islamiyah ke depan, dengan tetap membawa nilai-nilai Mamase dalam setiap gerak dakwah.

“Mamase adalah nasihat penuh hikmah, kasih sayang, dan akhlak terpuji. Nilai ini menjadi bekal penting, baik bagi pribadi maupun lembaga, agar mampu membaur dan diterima di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen dalam mengemban amanah dakwah. Menurutnya, keterlibatan dalam perjuangan dakwah hendaknya menjadi prioritas yang diluangkan dengan kesungguhan, bukan sekadar mengisi waktu luang.

Sementara itu, Ketua Departemen Kaderisasi Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, Ustaz Irwanto Ardy, yang turut mendampingi Mukerda IX tersebut, menegaskan bahwa musyawarah kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi.

“Mukerda ini adalah wujud tanggung jawab dan kesungguhan kita dalam menata langkah, merumuskan program, serta memperkuat kontribusi nyata di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, tema yang diangkat mengandung pesan besar tentang pentingnya persatuan dan perjuangan bersama. Dakwah tidak dijalankan secara individual, melainkan dalam barisan yang terorganisir, dengan tujuan menjaga dan memajukan negeri tercinta.

“Semangat Mamasa yang Mamase adalah semangat yang hangat, merangkul, bersaudara, kuat dalam nilai namun lembut dalam cara. Inilah wajah dakwah yang kita hadirkan,” tuturnya.

Melalui Mukerda IX ini, Wahdah Islamiyah Mamasa diharapkan mampu melahirkan ide dan gagasan yang konstruktif, memperkuat ruhiyah, serta menghadirkan program-program dakwah yang adaptif, inspiratif, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (bur))