Airlangga Sampaikan Refleksi dan Arah Kebijakan di IBC Business Outlock 2026
Jakarta, BBI.CO.ID-Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menyampaikan refleksi dan arah kebijakan perekonomian dalam 'IBC Business Outlook 2026' yang diselenggarakan oleh Indonesian Business Council (IBC), Rabu(15/1/2026).
"Alhamdulillah, kita bersyukur meskipun dunia tengah dihadapkan pada perlambatan ekonomi dan meningkatnya tensi geopolitik, ekonomi Indonesia tetap mampu berdiri dengan cukup kokoh," kata Airlangga
Menurutnys, berbagai indikator menunjukkan risiko resesi Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara besar, dan ini menjadi modal penting untuk tetap melangkah dengan penuh optimisme.
"Selama tujuh tahun terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh konsisten di kisaran 5%. Stabilitas makro tetap terjaga, inflasi terkendali, pasar keuangan bergerak positif, nilai tukar relatif stabil, serta aktivitas sektor riil terus ekspansif," ungkapnya.
Saat ini, lanjutnya Surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa yang solid semakin memperkuat fondasi ekonomi nasional dan kepercayaan global terhadap Indonesia.
"Defisit dijaga di bawah 3%, rasio utang terkendali, serta berbagai stimulus ekonomi disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan" urainya
Ke depan, fokus pemerintah tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui penguatan sektor riil dan iklim investasi.
"Memasuki 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan sekitar 5,4% dengan dukungan delapan program prioritas nasional. Ketahanan pangan dan energi, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi agenda utama," papar Airlangga
Transformasi digital dan penguatan ekonomi digital kawasan ASEAN juga terus didorong, termasuk melalui perluasan sistem pembayaran digital.
"pemerintah meyakini, dengan fundamental ekonomi yang kuat, kebijakan fiskal yang prudent, dan reformasi struktural yang berkelanjutan, Indonesia mampu menjaga stabilitas sekaligus memperkuat pertumbuhan di tengah dinamika global," pungkasnya.(bur)