KH Bachtiar Nasir: Penolakan Wilayah Negara Teluk Jadi Momentum Kebangkitan Ukhuwah Strategis Dunia Islam
Jakarta, BBI.CO.ID--Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), KH Bachtiar Nasir, menanggapi serius laporan terbaru The Media Line dan Middle East Monitor terkait penolakan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) terhadap penggunaan wilayah mereka untuk kepentingan serangan militer Amerika Serikat ke Iran.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan diplomasi ukhuwah di kawasan Teluk.
Menurutnya, sikap yang ditunjukkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan para pemimpin UEA pada 26–27 Januari 2026 menandakan bahwa kepentingan umat serta stabilitas kawasan kini ditempatkan di atas tekanan eksternal.
“Sikap MBS dan pemimpin UEA pada 26–27 Januari kemarin menunjukkan bahwa kepentingan umat dan stabilitas kawasan kini berada di atas tekanan eksternal,” ujar pimpinan AQL tersebut, Sabtu (30/1/2026).
Lebih lanjut, Bachtiar Nasir menyampaikan dua desakan penting. Pertama, dukungan terhadap kedaulatan negara. Ia mengapresiasi komitmen MBS yang menghormati kedaulatan Iran demi mencegah kehancuran ekonomi dan krisis kemanusiaan yang lebih luas di kawasan.
Kedua, seruan solidaritas di dalam negeri. Ia mendesak para tokoh dan pemimpin Muslim di Indonesia untuk segera membangun aliansi solidaritas politik yang konkret. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi objek geopolitik, melainkan harus mampu memimpin orkestrasi kekuatan dunia Islam.(bur)