KP2MI Kerjasama Strategis Dengan Holding PTPN dan LPP Agro Nusantara
Yogyakarta, BBI.CO.ID-Pekerja Migran Indonesia(PMI) yang unskilled selalu menjadi faktor yang membuat PMI dipandang sebelah mata.Secara statistik penempatan PMI selama 2025 terdapat 296.948 sedangkan jumlah penempatan dengan negara terbesar di Taiwan,dari jumlah tersebut 63,94% PMI terkonsentrasi di lima jabatan yaitu House Maid Caregiver,Plantation Worker dan Domestic Worker.
Demikian disampaikan Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/ BP2MI saat menjadi keynot speker penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Holding. PTPN dengan LPP Agro Nusantara di Jl.LPP No. 1 Yogyakarta.Sabtu(24/1/2026)
Menurutnya, jumlah posisi Indonesia di perpetaan negara negara pengiriman Pekerja migran. Dari sisi jumlah Indonesia bersaing dengan Philipina, Myanmar, India,Pakistan dan Bangladesh untuk posisi pekerjaan serupa.Jika ditilik lebih dalam lagi, secara kualitas jumlah ini cukup bertolak belakang. Dibandingkan negara negara tersebut Indonesia kalah bersaing karena penempatan yang didominasi sektor keterampilan rendah.
"Peningkatan keterampilan calon PMI menjadi penting tidak hanya dari sisi penempatan,PMI menjadi sebagai tenaga terampil akan meningkatkan nilai remitensi yang artinya peningkatan perekonomian." ungkapnya.
Dengan urgensi ini,Kementerian Perlindungan Pekerja Migran secara strategis menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga atau instansi untuk peningkatan keterampilan calon PMI.Salah satu lembaga yang dipilih adalah LPP Agro Nusantara untuk menjadi Migrant Training Centre.
Sementara itu Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo,mengatakan Agro Nusantara memiliki tugas berkontribusi dalam membangun kemajuan Indonesia dibidang Agroindustri.Berperan sebagai Migrant Training Centre ini bisa menjadi langkah strategis LPPAN dalam mewujudkan sumbangan bagi negeri.
Lebih jauh, Pranoto menerangkan melalui pelatihan dan sertifikasi yang sudah disiapkan LAPPN,diharapkan bisa menjadi bekal PMI dibidang agro.
"Kurikulum bagi PMI sudah kami desain sesuai dengan kebutuhan tidak hanya seputar keterampilan kerja.Kami juga sudah mendesain pelatihan yang bisa memberii gambaran kerja dan industri." ujarnya.
Ditambahkan,desain pelatihan dan sertifikasi bisa disesuaikan dengan karakteristik kerja negara penempatan. Menjadikan desain pembelajaran LAPPN unggul dan tepat sasaran.
" LPP Agro Nusantara sebagai corporate universitas PTPN Group.Sehingga kerja sama ini tentu sesuai dengan apa yang sudah dikerjakan adalah keahlian LAPPN.Harapannya,peran kami ini bisa memberi dampak signifikan bagi peningkatan daya saing dan nilai kompetitif PMI" tambah Direktur Utama Holding PTPN,Denaldy Mulino Mauna.
Penanda tanganan,MoU dihadiri
Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak. - Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/ BP2MI.Ahnas, S.Ag., M.Si. - Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/ BP2MI.
Ilham Akbar Mustafa, S.T., M.Si. - Staf Khusus Menteri KP2MI Bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik.
Tonny Chriswanto, S.T. - Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BP3MI DIY). Abri Danar Prabawa, S.E., M.P.A. - Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia. Dr. Endang Suraningsih, S.Psi., M.M. - Direktur SDM & Umum Holding PTPN III (Persero)
Pranoto Hadi Raharjo, S.T., M.M - Direktur PT LPP Agro Nusantara.Pugar Indriawan, S.E., M.B.A. - SEVP Operation PT LPP Agro Nusantara ,Sosiawan Hary Kustanto, S.E - SEVP Business Support PT LPP Agro Nusantara.(Bur)