Menko Ekonomi RI Terima Wamen Pertanian Untuk Urusan Perdagangan dan Pertanian Luar Negeri AS

Menko Ekonomi RI Terima Wamen Pertanian Untuk Urusan Perdagangan dan Pertanian Luar Negeri AS

Jakarta, BBI.CO.ID-Menko Ekonomi RI Airlangga Hartarto menerima Wakil Menteri Pertanian untuk Urusan Perdagangan dan Pertanian Luar Negeri Amerika Serikat, Bapak Luke J. Lindberg, beserta delegasi misi dagang pertanian Amerika Serikat.

Kunjungan ini sebagai tindak lanjut dari penyelesaian 'Indonesia–U.S. Agreement on Reciprocal Trade (ART)' yang telah memasuki tahap final, Rabu(4/2/2026).

"Dalam sektor pertanian, Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati berbagai langkah strategis untuk memperkuat perdagangan yang terbuka, transparan, dan berbasis standar internasional," ungkapnya.

Menurutnya, Kesepakatan mencakup pengakuan timbal balik terhadap standar Sanitary and Phytosanitary (SPS), penyederhanaan perizinan impor melalui mekanisme otomatis, serta kepastian kebijakan halal yang sejalan dengan prinsip syariah dan praktik internasional. Hal ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas rantai pasok.

"Indonesia juga menegaskan komitmen pembelian produk pertanian Amerika Serikat senilai USD 4,5 miliar, termasuk gandum, kedelai, bungkil kedelai, dan kapas, serta peningkatan impor berbagai komoditas strategis lainnya," urai Airlangga.

Ia menegaskan, Komitmen ini tetap dijalankan dengan memperhatikan mekanisme pasar dan keberlanjutan industri domestik, sebagai bagian dari pendekatan perdagangan yang seimbang dan saling menguntungkan.

"Sejalan dengan implementasi ART, USDA Trade Mission ke Indonesia pada 2–6 Februari 2026 menjadi momentum penting untuk menerjemahkan kesepakatan kebijakan ke dalam kerja sama bisnis nyata," jelasnya.

Airlangga, menguraikan dengan melibatkan lebih dari 40 perusahaan agribisnis AS dan pemerintah negara bagian, misi ini mempertegas posisi Indonesia sebagai pasar utama dan mitra strategis di kawasan Asia Tenggara, khususnya untuk produk pangan berkualitas, halal, dan bernilai tambah tinggi.

"Indonesia memposisikan diri sebagai mitra dagang yang stabil, kredibel, dan konstruktif, dengan pasar domestik yang besar, kebijakan pangan yang semakin terintegrasi, serta komitmen kuat terhadap tata kelola perdagangan yang berkelanjutan," paparnya.

Melalui penguatan kerja sama ini, Airlangga menilai Indonesia dan Amerika Serikat diharapkan dapat memperdalam kemitraan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berjangka panjang.(bur).