Pelantikan SMSI 2026–2029: Merawat Nurani di Tengah Derasnya Arus Informasi
Soppeng, BBI CO ID - Di sebuah ruang yang dipenuhi cahaya sore dan denyut harapan, para pewarta berkumpul bukan sekadar untuk seremoni. Rabu(28/1/2026), di Hark Cafe Malaka, Soppeng, kata-kata kembali diberi makna.
Di sanalah, di antara jabat tangan dan ikrar, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Soppeng menandai babak baru: menulis masa depan dengan nurani.
Pelantikan dan Awal Sebuah Tanggung Jawab
Ketua SMSI Sulawesi Selatan, Anwar Sanusi, yang memimpin langsung prosesi pelantikan, menekankan bahwa profesionalisme dan etika jurnalistik harus menjadi napas utama insan pers.
“Di era digital, kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran. Media harus tetap berpijak pada etika dan integritas,” ujarnya.
Penghargaan dan Simbol Sinergi
Usai pelantikan, suasana menghangat ketika SMSI memberikan penghargaan kepada Ketua DPRD Soppeng, A. Muh. Farid (AMF). Apresiasi ini menjadi simbol hubungan konstruktif antara insan pers dan lembaga legislatif dalam mendorong keterbukaan informasi publik.
Penghargaan diserahkan oleh perwakilan SMSI Sulsel, Erlin, di hadapan para undangan—sebuah isyarat bahwa pers dan kekuasaan sejatinya berjalan berdampingan, saling mengawasi, bukan saling meniadakan.
Di Antara Kecepatan dan Kebenaran
Ketua SMSI Kabupaten Soppeng yang baru dilantik , FAS Rachmat Kami, menyampaikan pesan yang menggugah. Dalam suaranya tersirat kegelisahan sekaligus harapan tentang masa depan jurnalisme.
“Di era digital, kecepatan sering mengalahkan ketepatan. Maka tugas pers bukan hanya cepat, tetapi benar dan bermakna,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SMSI bukan corong kekuasaan, bukan pula oposisi membabi buta.
“Kami adalah mitra kritis. Menyampaikan fakta, bukan sensasi. Mencerahkan, bukan menyesatkan.”
Di bawah panji SMSI, kata-kata diharapkan tak sekadar menjadi berita, tetapi juga cahaya bagi publik.
Sinergi untuk Pembangunan Daerah
Mewakili Bupati Soppeng, Kepala Badan Kesbangpol Hadi Indra Jaya, S.Ip., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran SMSI sebagai organisasi perusahaan pers yang berperan menata profesionalisme media lokal.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab demi terciptanya pembangunan yang transparan dan berkeadaban.
Ucapan Terima Kasih dan Harapan
Ketua Panitia, Zulkifli, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan, khususnya kepada H. A. Kaswadi Razak, S.E., selaku pemerhati pers.
“Jika dalam pelaksanaan terdapat kekurangan, kami mohon maaf. Semoga kebersamaan ini menjadi awal kerja-kerja besar ke depan,” ujarnya.
Pena, Nurani, dan Tanggung Jawab
Pelantikan itu pun usai. Namun kerja sesungguhnya baru dimulai. Di tengah derasnya arus informasi, SMSI Soppeng kini memikul amanah besar: menjaga akal sehat publik, merawat kepercayaan, dan menulis kebenaran dengan keberanian.
Sebab jurnalisme, pada akhirnya, bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling setia pada nurani.(bur).