Berdialog Bersama Warga Muhammadiyah Dalam Acara Indonesia Economic Outlook 2026, Menko Ekonomi Paparkan Prosfek Ekonomi
Yogyakarta, BBI.CO ID-Menko Ekonomi Airlangga Hartanto memberikan keynote speech dan berdialog bersama warga Muhammadiyah dalam acara 'Indonesia Economic Outlook 2026', yang dilaksanakan oleh Majelis Ekonomi Dan Bisnis Pengurus Pusat Muhammadiyah, di Yogyakarta, Sabtu(7/2/2926)?
Airlangga, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi tahun yang penting bagi perekonomian Indonesia, dengan target pertumbuhan sebesar 5,4%, lebih tinggi dari capaian 2025 yang tumbuh 5,11% (yoy).
"Dibandingkan negara lain, Indonesia juga dinilai memiliki risiko resesi yang relatif paling kecil, sekitar 3%, jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah negara maju," ujarnya.
Dari sisi permintaan, lanjutnya, konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dengan kontribusi lebih dari separuh PDB, didukung belanja Pemerintah dan stimulus yang tepat sasaran.
"Investasi dan industri pengolahan juga terus menunjukkan kinerja positif, seiring dengan membaiknya indikator sosial seperti penurunan tingkat kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan, serta bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja," urai Airlangga.
Menurutnya, Memasuki 2026, pertumbuhan ekonomi akan didorong oleh sektor-sektor prioritas seperti pariwisata, pertanian, manufaktur, ekonomi digital, dan energi, serta program prioritas Presiden.
"Dalam jangka pendek, Pemerintah menyiapkan berbagai langkah penguatan daya beli dan mobilitas masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri, mulai dari bantuan pangan, diskon transportasi dan tol, hingga penguatan pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR)," ungkapnya
Dalam konteks inilah, Airlangga perlu Muhammadiyah didorong untuk mengambil peran strategis sebagai agregator KUR, dengan mengonsolidasikan potensi usaha di lingkungan persyarikatan, pesantren, amal usaha, dan jaringan kewirausahaan umat.
"Melalui koordinasi erat dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, peran agregator ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan UMKM, mendorong pelaku usaha naik kelas, memperkuat ekonomi umat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.(bur)