Multi Efek MBG

Multi Efek MBG

Juliadi

Pengamat Sosial Politik Kemasyarakan

Bila Ide Prabowo di rancang secara konsepsional yang benar maka DAPUR MBG bisa menggerakkan sistem perekonomian rakyat.

Bila dalam satu dapur di rancang secara benar; maka satu dapur akan melahirkan untuk 50 tenaga kerja juru masak dan cuci ompreng. Dengan 1 orang penanggung jawab dapur, 1orang pengelola administrasi dan keuangan, 1 orang ahli gizi dan 1 oleh ahli tenaga lingkungan hidup untuk menangani IPAL DAPUR. Artinya; 1 dapur di pastikan akan mempekerjakan 54 orang tenaga kerja.

Selanjutnya untuk mencapai kerja yang tepat sasaran maka di sekitar dapur pasti akan menyiapkan rumah kost menampung tenaga kerja dapur. Dengan jarak terdekat minimal 10 meter dari jarak dapur

Kenapa?

Karna dalam satu dapur akan memberikan "makanan bergizi gratis" kepada siswa minimal 2000 siswa maksimal 3000 siswa. Maka bisa di bayangkan bagaimana sibuk nya sebuah dapur MBG itu Bila tidak di kelola secara shiff dengan penerapan manajmen profesional 

Dan berapa besar limbah yang di hasil kan dalam satu dapur. Dan, ini akan berdampak pencemaran lingkungan yang besar. 

Bila dalam 1 kecamatan di letakkan minimal 5 DAPUR dan dalam satu kota ada minimal 10 kecamatan maka dalam satu kabupaten/kota harus memiliki 50 DAPUR.

Apa yang terjadi ?

1. penciptaan lapangan kerja dalam 1 kabupaten/kota akan menyerap tenaga kerja 50 perdapur x 50 dapur akan menyerap tenaga kerja 2500 tenaga kerja. Dan 4 staf ahli peraturan x 50 dapur 200 staf ahli dapur. Artinya dalam satu kabupaten/kota akan terserap tenaga kerja sebanyak 2700 tenaga kerja.

2. Kebutuhan Gizi dapur akan membutuhkan beras, sayur-sayuran, telor, ayam/daging, susu dan buah. Ini artinya petani dan peternak harus mampu menyiapkan stok kebutuhan dapur setiap harinya. Dan, untuk memenuhi kebutuhan dapur ini maka sistem regulasi pasar harus di ciptakan sedemikian rupa.

Setidaknya; "KOPRASI MERAH PUTIH" yang telah di launsing Prabowo dapur menjemput pasar ke petani dan peternak. Dan, koprasi di beri tanggung jawab sebagai penyuplai kebutuhan dapur.

Artinya interaksi kebutuhan dan pasar akan terbangun secara simultan.

3. Untuk menata "sistem kebutuhan" ini maka IDE PRABOWO ini perlu di jabarkan dan di awali regulasinya oleh PEMDA/PEMKOT. 

Infrastruktur dinas kesehatan, lingkungan hidup, KOPRASI dan perdagangan harus di.libatkan dalam pergerakan ekonomi kerakyatan ini. 

Tanpa melibatkan unsur PEMDA/PEMKOT maka resiko kesehatan, dampak lingkungan, lonjakan harga pasti akan terjadi. Karna kebutuhan pasar yang tinggi.

Secara sederhana; bila secara nasional pemerintah menyiapkan konsep nasional dengan baik, maka ide besar Prabowo ini yang berfihak pada rakyat ini akan melahirkan kesabaran ekonomi rakyat secara merata. 

Yang paling penting adalah mentri keuangan di minta mengeluarkan instruksi/perintah untuk membantu gerakan ekonomi rakyat. Bank di daerah harus menjadi pendampingan biaya pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Dan, kementerian lainnya pun menginstruksikan bupati/walikota untuk bertindak mengawasi jalannya program nasional ini. 

Ini bila, pemerintah mau bersungguh-sungguh menjabarkan Ide besar Prabowo ini menjadi program nasional. 

Sekarang ini, ide besar Prabowo hanya di tangkap oleh yayasan-yayasan milik TNI/POLRI, partai politik, KADIN, dan beberapa institusi bentukan dadakan, untuk menyambut guliran dana besar ini; dalam bentuk APBN. 

Kalau begini sistem dan pola nya dalam menjalankan IDE BESAR PRABOWO ini; maka ide ini akan redup dengan sendirinya bahkan tidak menutup kemungkinan akan melahirkan korupsi terstruktur yang di legal kan oleh negara. Orang bisa mengatakan ide ini adalah ide akal-akalan pemerintah untuk merampok APBN dengan cara yang legal. 

Dan, fikiran-fikiran negatif ini harus di jawab oleh negara bahwa negara berfihak pada ide Prabowo. Dan, negara akan menjabarkan ide Prabowo ini dalam bentuk konsep nasional dan di undangkan; agar konsep ini menjadi pedoman nasional dan akan menjadi "model" sistem ekonomi kerakyatan nasional. 

Prabowo sendiri, harus mengawal ide besarnya ini. dan menjaga setiap kebocoran. 

Bukan yayasan yang di hidup kan, tapi dapur. Bukan yayasan yang berdiri sebagai negara. Tapi negara lah yang membangun "badan gizi nasional" sebagai leding sektor negara untuk menjabarkan ide, fikiran dan gagasan besar ini