Perkuat Penerapan SSM QC Ekspor, Karantina Sulsel Koordinasi Bersama Admin Best Trust
Makassar, BBI.CO.ID – Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah mengadakan rapat koordinasi strategis bersama para admin Best Trust guna membahas progres dan optimalisasi penerapan Single Submission(SSM) Quarantine Customs (QC) di wilayah Sulawesi Selatan. Pertemuan ini menjadi krusial untuk mengevaluasi capaian digitalisasi layanan ekspor-impor yang tercatat menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data terkini per Januari 2026, penerapan SSM QC Ekspor di Satuan Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan mencapai angka yang signifikan, yakni 94%. Tren ini terus menunjukkan kenaikan dalam empat bulan terakhir, di mana pada Oktober 2025 berada di angka 90,8%, walaupun sempat turun di angka 90,2% pada November, namun kembali melonjak 91,1% di bulan Desember hingga menyentuh 92,7% di awal Januari 2026.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menekankan bahwa capaian ini harus terus ditingkatkan melalui pemahaman yang seragam di tingkat admin.
“Penerapan SSM Ekspor harus dipahami dan dijalankan secara seragam oleh seluruh admin Best Trust. Konsistensi layanan dan ketepatan proses menjadi kunci dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas asal Sulawesi Selatan. Melalui koordinasi yang intensif, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan karantina yang cepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya
Selain sektor ekspor, rapat ini juga membedah data permohonan impor yang menunjukkan total persentase penerapan SSM QC Impor sebesar 82%. Dari total 137 permohonan impor yang masuk di Pelabuhan Makassar selama tahun 2025, sebanyak 113 permohonan (82,48%) telah terintegrasi dengan sistem SSM.
Rapat menjadi ajang untuk mengidentifikasi kendala teknis di lapangan agar sinkronisasi data antara sistem Karantina dan Best Trust berjalan tanpa hambatan. Dengan sinergi yang kuat, Karantina Sulawesi Selatan optimis dapat mendorong optimalisasi layanan yang modern dan berdaya saing, sejalan dengan upaya mendukung percepatan lalu lintas komoditas asal Sulawesi Selatan ke pasar internasional.(bur)