Perkuat Pilar Ekonomi Nasional,MBPP Muhammadiyah Gelar Seminar dan Rakornas
Yogyakarta, BBI.CI.ID-Mental di Muhammadiyah belum dibentuk dengan cara cara yang aman,karena memang ekosistem tidak mendukung adanya orang yang berani mengambil resiko.Dan tidak mentolerir gagal, jadi di Muhammadiyah kalau gagal jika berhasil mengucapkan alhamdulillah,karena ikhlas.Dan itu ciri kalau berhasil jangan ngomong dengan orang lain, karena ngomong kesiapa siapa itu bagian dari ri'a semboyan Muhammadiyah sedikit bicara banyak bekerja.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal Muhadjir Effendy dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2026 dengan tema : Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Tengah Transformasi Ekonomi dan Ketidakpastian Global”.berlangsung di Yogyakarta.(5-6/2/2026)
Seminar nasional dan Rakornas dilakukan Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia mendapat sambutan luar biasa dari peserta. Baik secara online maupun offline.
Menurut Muhajir sapaan,bertekad menjadikan ekonomi pilar ketiga setelah pendidikan dan kesehatan.Sudah 10 tahun berusaha untuk membangun .Sebagai orang yang bertanggung jawab diberi amanah mengajak berjuang habis-habisan untuk memperjuangkan Muhammadiyah.
Diakui sumber daya dibidang ekonomi Muhammadiyah sangat besar,hanya belum terkonsilidasi,ternyata konsolidasi susah setidaknya ada dua yakni konsolidasi phìsik dan pikiran karena pikiran Muhammadiyah sektor ekonomi beda sekali ekonomi pada umumnya karena Muhammadiyah bergerak sosial corporation atau ekonomi berwajah sosial.Ekonomi Muhammadiyah berbisnis cari untung tapi keuntungan bukan untuk di masing masing individu Muhammadiyah,tapi untuk kepentingan organisasi Muhammadiyah.
"Karena kita sudah terbiasa bisnis untung bukan untuk dirinya,tapi untuk organisasi,inilah kultur Muhammadiyah yang sudah dibangun oleh Kyai Dahlan 100 tahun lebih." papar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy.
Ditambahkan Muhajir pilar ekonomi sebagai pilar strategis yang merupakan capaian penting sekaligus tantangan besar ke depan, yang membutuhkan kerja kolektif dan keberlanjutan program.
“Saya mengharapkan dukungan untuk pilar ekonomi ini. Marilah kita bersama-sama berjuang habis-habisan di Muhammadiyah, memperkokoh pilar ekonomi di masa depan,” tegas Muhadjir.
Sementara Plt. Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah, Muhammad Zainul Fatah, menyampaikan bahwa Rakornas dan Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2026 ini menjadi momentum penting bagi MEBP untuk menyelaraskan langkah-langkah strategis Muhammadiyah dengan arah kebijakan dan outlook perekonomian.
“Kita masih memiliki banyak generasi yang kuat dan muda untuk terus berjuang dan berkhidmat bersama di Muhammadiyah. Transformasi yang telah dicanangkan harus memastikan bahwa pilar ketiga, yakni pilar ekonomi, dapat maju dan berkembang sejajar dengan pilar-pilar lainnya,” jelasnya.
Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2026 menampilkan narasumber Ir.Muhammad Zainal Fatah Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis PP Muhammadiyah,Prof.Dr.Muhajir Effendy, M.A.P Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi Bisnis & Industri Halal,Prof Dr KH Haedar Nashir,M.Si.,Dr.(HC) Ir.Airlangga Hartarto,M.N.A.,IPU.,Dr.Ferry Irawan Deputy Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian,Dr Abdul Bari Plt . Direktur Utama Jamkrindo,Prof.Dr.Iidah Zuhroh M.M, Komisaris BPPRS Arta Sinar Sejahhatera.(bur)