Janji dalam Hidup

Janji dalam Hidup

Syamril Al Bugisyi 

Rektor Kalla Institute

Kelahiran dan kematian datang silih berganti. Bagi yang telah habis waktunya, ajal datang menjemput. Bagi yang baru mulai, kelahiran menjadi jalannya. Bagi yang masih ada waktu harus selalu siap-siap karena kematian bisa datang kapan saja.

Jangan terlalu fokus pada kematian. Tapi fokuslah pada jejak apa yang akan ditinggalkan setelah kematian. Bagaimana caranya agar dapat meninggalkan jejak kebaikan yang banyak dalam hidup? Bagaimana caranya agar dapat meminimalkan jejak keburukan dalam hidup? 

Merujuk pada tulisan beberapa ulama' ada 5 kunci yang diambil dari 5 huruf yang ada dalam kata jejak yaitu janji, evaluasi, juang, awasi, konsekuensi. Tulisan ini membahas bagian pertama yaitu janji.

Lihat peran apa saja yang diemban dalam hidup ini. Peran di keluarga, tempat kerja, masyarakat, dan juga sebagai hamba Allah. Buatlah janji pada tiap peran tersebut untuk menjadi lebih baik. 

Jika sudah berkeluarga dan berperan sebagai suami atau istri, maka berjanjilah menjadi suami/istri yang setia, tanggung jawab, dan mencintai pasangan. 

Jika sudah punya anak, berjanjilah untuk menjadi orang tua (bapak/ibu) yang bertanggung jawab dalam melindungi, menafkahi dan mendidik anak-anak. 

Jika orang tua masih hidup maka berjanjilah menjadi anak yang berbakti dan taat kepada orang tua. 

Jika memiliki saudara, kakak atau adik, maka berjanjilah menjadi saudara yang peduli, rukun dan akur kepada kakak dan adik. 

Dalam pergaulan sosial ada dua peran yaitu sebagai teman dan warga masyarakat. Dalam pertemanan berjanjilah menjadi teman yang bisa dipercaya, menjaga rahasia, peduli dan harmoni. 

Sebagai warga masyarakat dan negara berjanjilah menjadi warga yang rukun dengan tetangga, tidak egois, toleran terhadap perbedaan, patuh pada peraturan dan siap menolong warga lain yang membutuhkan.

Pada pergaulan di tempat kerja ada dua peran yang dijalankan yaitu karyawan dan pimpinan. Berjanjilah menjadi karyawan yang bekerja secara profesional, berintegritas dan bernilai ibadah. Siap melayani pelanggan internal dan eksternal dengan baik, respek pada orang lain dengan semangat maju bersama. Juga aktif bersama dalam team work dan bersinergi, serta bekerja dengan efektif, efisien, inovatif, solutif dan unggul.

Jika diberi amanah sebagai pimpinan maka berjanjilah menjadi pemimpin yang jujur, amanah, cerdas dan komunikatif. Pemimpin yang adil, peduli, dan mendahulukan kepentingan orang banyak. Pemimpin yang menghargai dan melayani anggota untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin yang walk the talk dan dapat diteladani. Pemimpin yang mendengarkan masukan, demokratis, dan musyawarah dalam mengambil keputusan.

Sebagai manusia yang hidup dalam ekosistem bersama makhluk lain berjanjilah tidak merusak alam. Tidak menebang pepohonan sembarangan, ikut partisipasi dalam penghijauan, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan. 

Sebagai pelajar atau mahasiswa berjanjilah ikhlas belajar karena Allah, tekun dan sungguh-sungguh belajar untuk kebaikan dan manfaat, jujur dan berintegritas, menghargai teman, guru dan dosen. 

Sebagai hamba Allah berjanjilah patuh dan taat pada perintah Alah, menjauhi larangan Allah, beribadah dengan ikhlas dan khusyu', terus belajar ilmu agama, akhlak semakin baik kepada sesama, syukur, sabar dan tawakkal menjalani ujian dan masalah. 

Semoga dengan janji menjadi lebih baik dalam segala peran kehidupan kita bisa menjalani hidup lebih baik.

Makassar, 12 Januari 2026