Kebangkitan Indonesia

Kebangkitan Indonesia

Syamril Al Bugisyi 

Rektor ITB Kalla

Fazlul Rahman pada tahun 1980 an memprediksi ada dua negara Islam yang akan menjadi negara besar yaitu Turki dan Indonesia. Pada masa ini 40 tahun kemudian, Turki sudah membuktikan diri sebagai negara besar. Tinggal menunggu kebangkitan Indonesia. Negara yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Penduduk yang besar mendekati 300 juta. Sumber daya alam yang kaya raya. Letak geografis yang strategis. 

Selain itu Indonesia juga memiliki potensi pada aspek religiusitas. Hampir 100% penduduk Indonesia terikat dengan ajaran agama resmi seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Juga masyarakat Indonesia memiliki tradisi dialog ilmiah. Masyarakat tumbuh dengan budaya musyawarah mufakat dalam bentuk kearifan lokal yang tumbuh di berbagai daerah. Semua didasari oleh Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar dan konstitusi negara.

Pemerintah menyampaikan visi Indonesia Emas 2045. Harapannya pada tahun 2045, Indonesia masuk dalam kategori negara maju secara ekonomi dan politik. Lepas dari middle income trap dan masuk ke high income countries. Berbagai langkah terus disiapkan khususnya penyiapan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Memiliki keunggulan pada berbagai bidang khususnya STEM (science, technology, engineering and math).

Kemajuan tentu tidak hanya diukur pada aspek materi dan ekonomi. Perlu juga diukur pada aspek non materi seperti moral dan perilaku serta etos kerja dan ketangguhan masyarakatnya. Hal ini bisa merujuk pada survey negara paling bahagia yaitu Finlandia. Ditemukan tiga ciri masyarakat Finlandia yaitu jujur, bersahabat dengan alam, dan tidak membanding bandingkan capaian dengan orang lain. 

Jika ingin lebih sempurna maka jangan lupakan aspek religiusitas dan spiritualitas. Rujukan yang bisa jadi acuan yaitu masyarakat Medinah di zaman Rasulullah. Menurut Ust. Adian Husaini, ada 9 ciri masyarakat Medinah yaitu sejahtera ekonomi, budaya ilmu / literasi yang tinggi, visi & orientasi akhirat, akhlaknya terbaik, keadilan ditegakkan, kesadaran hukum tinggi, budaya anti korupsi dan anti miras, budaya gotong royong yang sangat kuat, sehat dan kuat jasmani.

Pada umumnya ciri-ciri di atas dimiliki oleh negara maju. Mereka unggul di bidang ekonomi, IPTEK, hukum yang adil, dan anti korupsi. Jika Pemerintah dapat mengelola negara dengan baik maka keunggulan di atas juga bisa dimiliki. Tentu saja perlu komitmen dan konsistensi yang tinggi khususnya pada aspek hukum yang adil dan anti korupsi. Harapannya dapat mensejahterakan masyarakat karena kekayaan negara dinikmati oleh semua.

Juga memajukan IPTEK karena memiliki dana yang memadai untuk pendidikan dan riset bermutu. Data menunjukkan porsi APBN masih minim karena dana terbatas. Gaji guru dan dosen sangat rendah sehingga orang-orang terbaik tidak tertarik menjadi guru dan dosen. Fasilitas penelitian sangat terbatas karena harganya mahal. Biaya penelitian juga terbatas sehingga hasilnya juga seadanya. Apalagi belum ada kemitraan yang kuat antara dunia pendidikan dan industri. 

Dana yang memadai juga memungkinkan pembangunan pertanian, gizi dan kesehatan menjadi maju sehingga rakyat sehat dan kuat. Selama ini data menunjukkan bahwa kondisi gizi masyarakat masih rendah. Angka stunting masih tinggi. Pemerintah pun membuat Badan Gizi Nasional yang memberikan Makan Bergizi Gratis kepada siswa di seluruh Indonesia. Lebih dari 300 Trilyun dana disiapkan untuk tahun 2026.

Namun ada aspek yang tidak bisa dilupakan yaitu pengembangan iman, taqwa dan akhlak mulia. Inilah yang menjadi ciri khas Indonesia sebagai negara yang beragama. Dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 31 tentang pendidikan yang mengembangkan iman takwa dan akhlak mulia. Harapannya terbangun masyarakat yang visi dan orientasi akhirat serta akhlaknya terbaik.

Inilah jalan emas kebangkitan Indonesia menuju negara besar dan berpengaruh. Unggul lahir dan batin. Unggul imtak dan IPTEK. Produktif, sejahtera, bahagia dan berkah dunia akhirat.

Makassar, 24 Januari 2026